Skip to main content

Behind The Scene Cerita Rakyat Afrika Selatan

Alhamdulillah buku terbaru karya saya akhirnya terbit juga. Ada dua buku yang akan saya ceritakan kisah terbitnya yang cukup membuat saya terharu.
          Pertama buku kumpulan cerita Rakyat Afrika Selatan. Naskah buku ini saya tulis akhir tahun 2011 lalu. Saat itu saya mengikuti sebuah kelas menulis online bersama Mbak Ari Kinoysan Wulandari. Alhamdulillah setelah selesai mengikuti kelas online, saya dan semua peserta kelas online diminta menulis cerita rakyat. Cerita rakyat yang kami tulis adalah cerita rakyat dari luar negeri. Saya sendiri mendapat tugas membuat Cerita Rakyat Afrika Selatan.

         Menulis cerita rakyat, bagi saya merupakan tantangan tersendiri. Pertama karena cerita itu harus berdasarkan kisah yang sudah pernah ditulis atau didengar masyarakat. Yang kedua, saya harus mengemas cerita itu semenarik mungkin, dan berbeda dari cara penyampaian cerita yang pernah ada. Tantangan berikutnya adalah cerita yag saya tulis adalah cerita rakyat dari negara yang belum pernah saya kunjungi bahkan belum pernah saya baca kisahnya sekali pun.
         Hal ini membuat saya merasa agak deg-degan. Takut nanti cerita yang saya tulis tidak sesuai dengan kisah dari negara asal. Takut salah dalam mengartikan maksud cerita dan deg-degan lainnya. Tapi saya segera menyingkirkan semua rasa khawatir itu. Saya segera googling dan berhasil menemukan berbagai cerita rakyat dari Afrika Selatan. Saya menulis kisah itu satu persatu hingga terkumpul 12 cerita.
       Setelah berhasil menulis sebanyak 12 cerita, saya langsung melakukan self editing. Dan setelah itu segera saya kirim ke Mbak Ari. Dengan sabar saya tunggu review dari Mbak Ari dan penerbit Nyo-nyo, tempat naskah itu nanti terbit.
       Saya bersyukur, ternyata menurut Mbak Ari, naskah saya sudha oke dan tidak diperlukan revisi. Beberapa bulan kemudian, saya pun menerima surat perjanjian penerbitan dari penerbit Nyo-nyo, lini dari Penerbit Andi, Yogyakarta. Tentu saja saya sangat berbahagia. Saya segera menandatangani SPP itu dan mengirimkannya kembali ke alamat penerbit.
         Ternyata menerbitkan naskah yang satu ini tidak semudah menerbitkan naskah saya yang lain. Naskah ini perlu waktu cukup lama untuk terbit. Hampir 2 tahun saya menunggu naskah ini terbit. Hingga akhirnya kabar bahagia tersebut saya terima. Naskah saya terbit bulan Desember 2013. Saya bersyukur pada Allah karena naskah ini telah terbit. Terima kasih kepada Mbak Ari dan Penerbit Nyo-nyo yang sudah bersedia menerbitkan buku saya.
       Selamat membaca bagi semua pembaca cilik. Terima kasih sudah membeli dan membacanya ya. Smeoga buku ini bermanfaat bagi kalian. ^_^
       

Comments

  1. judul nya apa aja mbak ? tolong kasih tau .. buat tugas sekolah .. makasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Judul bukunya ya mbak Lina? Cerita Rakyat Afrika Selatan seperti yang di foto buku ini.

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. ^_^

Popular posts from this blog

Infeksi Saraf Mata Akibat Sres dan Kecapaian

Kira-kira tiga bulan lalu, saya merasa ada yang aneh dengan penglihatan saya. Saya melihat benda seperti melihat dibalik fatamorgana atau melihat dibalik air. Seolah benda yang saya lihat itu tidak diam. Walau terasa tidak nyaman, saya berusaha melakukan semua kegiatan saya seperti biasanya. Saya mengantar Hauzan sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah dan menulis.
       Hanya saja, semakin hari penglihatan saya makin terasa tidak nyaman. Tanpa sengaja suatu hari saya mengucek mata kiri sambil melihat ke dinding. Saat itu saya melihat dengn mata kanan saya. Ada sesuatu yang aneh ternyata pada mata kanan saya. Dinding rumah yang seharusnya berwarna krem, ternyata ada lingkaran berwarna coklat sebesar bola sepak dalam penglihatan mata kanan saya. Karena penasaran saya coba menutup mata kiri dan melihat dengan mata kanan saja. Saya masih melihat hal yang sama. Ada lingkaran penuh dengan warna coklat bening terlihat di dinding rumah.

Kejadian Aneh di Asrama

Masuk Asrama            Alhamdulillah bulan april 1993, aku diterima di sebuah Sekolah Perawat Kesehatan di kotaku. Peraturannya, setiap siswa Sekolah Perawat Kesehatan harus bermukim di asrama. Pada hari yang telah ditentukan akupun masuk asrama bersama temanku yang lain. Kamipun di tempatkan di kamar yang khusus untuk siswa tahun pertama.
            Sebelum masuk asrama, kami wajib membawa baju dan peralatan lainnya yang sudah ditentukan oleh sekolah. Seperti baju rumah 3 stel, baju tidur 3 stel, baju seragam 3stel dan seterusnya. Bagiku ini bukan masalah, karena aku memang hanya punya sedikit pakaian yang aku pakai silih berganti.
           Tidak demikian halnya dengan beberapa orang temanku. Ada yang mengeluh ketika guru asrama memeriksa barang bawaan kami. Ketika beliau menemukan kelebihan pakaian dari yangseharusnya, maka pakaian itu harus dibawa pulang kembali oleh orangtua atau wali murid yang mengantar kami saat itu.  
            Kehidupan asrama, mulai aku rasakan. Ada s…

Membuat Paspor Online yang Berakhir Offline

Ada pengalaman sedih saat saya mengurus Paspor beberapa hari lalu. Pasalnya saya sudah merasa persiapan saya sempurna. Saya sudah mendaftar dan mengisi beberapa data di formulir pembuatan Paspor online. Saya juga sudah mengirim scan surat-surat penting. Dan saya juga sudah mendapatkan konfirmasi kedatangan pembuatan paspor dari imigrasi pada tanggal 30 April 2014. Yang meminta saya membawa berkas tersebut ke bank dan membayarkan sejumlah uang sesuai yang tertera di berkas yang dikirimkan ke email saya.