Skip to main content

Sakit Maag Selama Hamil Anak ke 3




            Ketika dokter menyatakan kalau saya hamil lagi, tentunya saya sangat senang dan bersyukur atas rahmat yang diberikan Allah itu. Kehamilan trimester pertama Alhamdulillah berjalan baik-baik saja. Saya tetap mengajar di TPA dekat rumah seperti biasa. Ketika usia kehamilan memasuki bulan ke empat, saya mulai diserang muntah-muntah berlebihan. Awalnya saya pikir itu karena pengaruh hormon, ternyata setelah berobat, dokter mengatakan kalau muntah-muntah itu disebabkan karena penyakit maag yang saya derita.

            Sejak saat itu saya terpaksa mengkonsumsi obat maag dan obat mengurangi muntah lainnya. Sayangnya penyakit maag ini tidak mau pergi dari kehidupan saya. Makin hari, saya makin lemah karena asam lambung yang makin meningkat ini membat saya selalu muntah setelah makan apa saja.
 Padahal saya sudah tidak makan, makanan yang asam, pedas dan yang mengandung gas. Tapi ternyata semua itu tidak berhasil membuat penyakit maag menghilang dari tubuh saya. Hingga beberapa kali saya terpaksa dirawat karena penyakit ini. berat badan saya yang harusnya naik, malah turun karena lebih banyak makanan yang keluar dari pada makanan yang masuk. Tapi saya berusaha semampu saya untuk selalu memakan apa pun, saya tidak peduli walau nanti harus saya muntahkan lagi.
            Suatu kali ketika baru selesai makan soto ayam di sebuah food court di salah satu mall di Bekasi, saya tiba-tiba merasakan seperti mau jatuh. Saya pernah pingsan ketika SD dulu. Rasa itulah yang saat itu saya alami. Sebelum saya benar-benar pingsan, saya meminta suami membawa saya ke rumah sakit. Sayangnya karena kami berada di lantai 4, dan menunggu lift cukup lama, tak ayal saya sudah hampir kehilangan kesadaran. Sebelum benar-benar jatuh. Saya buru-buru tiduran di lantai mall.
            Tentu saja suami dan anak-anak saya panik melihat saya seperti itu. Suami saya buru-buru memanggil satpam untuk minta bantuan. Untungnya mall itu mempunyai tandu untuk keperluan P3K seperti ini. 4 orang satpam menggotong badan saya ke atas tandu. Dan mereka membawa saya ke mobil kami yang ada di parkiran di basement.
            Suami dan dua anak saya terlihat cemas. Saya berdoa dan memohon dalam hati agar Allah berkenan memberikan keselamatan padasaya dan janin saya. Suami bersegas membawa saya ke rumah sakit terdekat. Ketika sampai di UGD Rumah Sakit, saya diberi oksigen. Alhamdulillah setelah itu kesadaran saya kembali pulih.  Menurut dokter yang merawat saya waktu itu, ternyata penyebabnya adalah penyakit maag saya yang kembali kumat. Mungkin tadi soto ayam yang saya makan mengandung kol, atau dikasih perasan jeruk nipis. Karena seingat saya, saya tidak menambahkan sambel ke dalam soto tersebut.
            Jadi ternyata jika kita menderita penyakit maag ketika hamil, jangan sesekali melanggar pantangannya. Hal itu akan membahayakan Anda dan janin Anda. Semoga kisah saya bermanfaat bagi pembaca semua.
            Melalui tulisan ini saya kembali mengucapkan terima kasih kepada para satpam yang sudah membantu saya saat itu. Semoga Allah memberikan keluasan rezeki bagi Anda semua. [NS]

Comments

Popular posts from this blog

Pengaruh Membaca dan Mendengarkan Al Quran Terhadap Kecerdasan & Perkembangan Janin, Bayi dan Balita

Ketika hamil Hauzan (6 tahun) putera ke tiga saya, saya cukup lemah dan sering sakit. Saya lebih banyak bedrest. Pertama karena saya hampir tiap hari morning sicknes. Kedua karena sakit maag saya kumat sejak minggu ke 16 kehamilan hingga melahirkan, sehingga makanan sangat susah masuk. Akibatnya saya lemas dan kurang gizi.



      Karena hal tersebut, saya pun jadi lebih banyak khawatir. Khawatir apakah nanti janin saya baik-baik saja. Bagaimana nanti jika dia kurang gizi? Apakah janin saya akan sehat-sehat saja? Dan puluhan pertanyaan penuh kekhawatiran lainnya yang bertebaran dalam pikiran saya. Apalagi saat hamil anak ke tiga ini, usia saya sudah 35 tahun. Menurut dokter usia yang cukup riskan untuk hamil. Ditambah jarak kehamilan kedua dan ketiga ini cukup jauh. Sekitar 7 tahun.

Infeksi Saraf Mata Akibat Sres dan Kecapaian

Kira-kira tiga bulan lalu, saya merasa ada yang aneh dengan penglihatan saya. Saya melihat benda seperti melihat dibalik fatamorgana atau melihat dibalik air. Seolah benda yang saya lihat itu tidak diam. Walau terasa tidak nyaman, saya berusaha melakukan semua kegiatan saya seperti biasanya. Saya mengantar Hauzan sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah dan menulis.
       Hanya saja, semakin hari penglihatan saya makin terasa tidak nyaman. Tanpa sengaja suatu hari saya mengucek mata kiri sambil melihat ke dinding. Saat itu saya melihat dengn mata kanan saya. Ada sesuatu yang aneh ternyata pada mata kanan saya. Dinding rumah yang seharusnya berwarna krem, ternyata ada lingkaran berwarna coklat sebesar bola sepak dalam penglihatan mata kanan saya. Karena penasaran saya coba menutup mata kiri dan melihat dengan mata kanan saja. Saya masih melihat hal yang sama. Ada lingkaran penuh dengan warna coklat bening terlihat di dinding rumah.

Pemulihan Pasca Operasi Kantung Empedu

Postingan ini adalah lanjutan dari dua postingan sebelumnya ya. Yang pertama bisa dibaca di sini dan yang kedua di sini. Selamat membaca... 😊
    Alhamdulillah sehari setelah operasi kantung empedu, tepatnya tanggal 15-02-2018, saya sudah bisa melakukan mobilisasi. Saya bisa turun dari tempat tidur setelah kateter (selang untuk buang air kecil) dilepas. Sepertinya perawat memasang selang ini saat saya sudah dalam kondisi dianastesi.