Skip to main content

Buku Cerita Di Balik Noda, Bukan Buku Biasa



 http://emak2blogger.web.id/wp-content/uploads/2013/03/BukuCeritadiBalikNoda.jpg
Judul : CERITA DI BALIK NODA
Penulis : Fira Basuki
Penerbit : Jakarta KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) bekerja sama dengan Rinso Indonesia
Editor : Candra Gautama
Perancang Sampul : LOWE Indonesia
Penata Letak : Dadang Kusmana
Isi : xii + 235 halaman
Ukuran buku : 13,5 x 20 cm
Dicetak oleh : PT. Gramedia Jakarta
Harga : Rp. 40.000,-

Saya sempat deg-degan membaca total 42 kisah inspiratif ini. Kisah yang berawal dari lomba menulis buku CERITA DI BALIK NODA, yang diselenggarakan Rinso Indonesia melalui Page mereka di Facebook. Karena kebetulan waktu itu saya juga mengikuti lomba itu. Tentunya saya berharap tulisan saya terselip di ntara 42 kisah tersebut. Sayangnya setelah membaca buku CERITA DI BALIK NODA, tulisan saya tidak ada dalam kisah tersebut. Meskipun kecewa, tapi saya takjub ketika membaca semua kisah yang ada dalam buku ini.

Meskipun dalam buku CERITA DI BALIK NODA merupakan kisah para ibu yang ikut lomba. Ternyata Fira Basuki juga menambahkan ‘kisahnya’ sendiri ke dalam buku ini. Ada 4 judul yang merupakan kisah inspiratif karya Fira Basuki yang berjudul Bos Galak, Foto, Pohon Kenangan dan Sarung Ayah.
Seperti judulnya cerita, buku ini berkisah tentang semua hal yang berhubungan dengan noda. Entah itu noda zahir atau noda yang terlihat di pakaian, mau pun noda batin atau dari hati si pemilik kisah. Di balik semua noda itu, ternyata menyimpan beribu hikmah.  
Hampir semua kisah membuat dada saya bergetar, sebut saja kisah yang berjudul Nasi Bungkus Cinta, Seribu Cinta, Master Piece dan beberapa kisah lain. Dalam kisah tersebut diceritakan bagaimana seorang anak membuat hati menjadi meleleh dengan tingkah dan polah mereka. Ada yang memberikan nasi bungkus untuk korban banjir, memberikan kenangan pada orangtuanya sebuah sprei penuh lukisan hasil karyanya, yang bahkan bagi saya sebagai orangtua saja belum tentu bisa melakukan itu.
Namun ada juga cerita yang bikin bibir saya tersenyum haru, yaitu kisah Malaikat Kecil, Tulisan di Kain Sprei, dan beberapa kisah lain. Kisah anak-anak yang menggemaskan yang membuat orangtuanya nyaris sedih sebelum mereka memperlihatkan sesuatu yang menggetarkan jiwa pada orangtuanya.
Kisah-kisah lain bahkan membuat saya mengucurkan air mata, yaitu kisah yang berjudul Penangkap Ikan Cupang, kisah seorang anak yang membuat ibunya menangis karena dia berpikir akan kehilangan anaknya. Ternyata sang anak sedang mencari ikan cupang untuk dijual dan uangnya diberikan pada ibunya. Cerita yang berjudul Foto yang berkisah tentang  bagaimana sebuah foto bisa ‘membangunkan’ ayahnya dari koma.
Semua kisah di dalam buku ini, sangat inspiratif dan cukup menguras air mata. Sebagai penulis, saya bisa merasakan bagaimana sulitnya menuliskan kembali sebuah kisah yang sangat menyentuh menjadi sebuah tulisan yang kemudian membuat pembaca ikut merasakan makna dibalik kisah tersebut. Fira Basuki berhasil membuat saya menangis membaca kisah yang ada dalam buku ini.
Buku ini cocok untuk semua anggota keluarga. Untuk para ibu dan bapak, banyak hikmah yang bisa Anda petik dalam buku ini. Anda mungkin akan berpikir melarang anak untuk berkotor-kotor di luar rumah. Karena buku ini mengingatkan Anda agar tidak melihat dari pakaian dan badan kotor yang dibawa anak Anda pulang, tapi hikmah yang mereka dapatkan setelah berkotor-kotor itu. Untuk anak-anak, mereka bisa mencontoh kelucuan, bakat dan rasa empati teman-teman mereka yang ada dalam buku ini.
Semoga setelah membaca buku Cerita Di Balik Noda hubungan antara anak dan kedua orangtuanya serta lingkungan mereka makin harmonis. Karena noda di pakaian bisa hilang, tapi noda di pikiran anak yang Anda larang bermain dengan yang ‘kotor’ akan susah untuk dihilangkan.  Karena berani kotor itu baik. Selamat membaca Buku Cerita Di Balik Noda ya Bu... [NS] ^_^

Comments

  1. sepertinya cerita penangkap ikan cupang sangat bagus itu untuk dijadikan film,, heheee

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul... umumnya semua kisah dalam buku Cerita Di Balik Noda ini memang layak dijadikan film. ^_^

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. ^_^

Popular posts from this blog

Infeksi Saraf Mata Akibat Sres dan Kecapaian

Kira-kira tiga bulan lalu, saya merasa ada yang aneh dengan penglihatan saya. Saya melihat benda seperti melihat dibalik fatamorgana atau melihat dibalik air. Seolah benda yang saya lihat itu tidak diam. Walau terasa tidak nyaman, saya berusaha melakukan semua kegiatan saya seperti biasanya. Saya mengantar Hauzan sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah dan menulis.
       Hanya saja, semakin hari penglihatan saya makin terasa tidak nyaman. Tanpa sengaja suatu hari saya mengucek mata kiri sambil melihat ke dinding. Saat itu saya melihat dengn mata kanan saya. Ada sesuatu yang aneh ternyata pada mata kanan saya. Dinding rumah yang seharusnya berwarna krem, ternyata ada lingkaran berwarna coklat sebesar bola sepak dalam penglihatan mata kanan saya. Karena penasaran saya coba menutup mata kiri dan melihat dengan mata kanan saja. Saya masih melihat hal yang sama. Ada lingkaran penuh dengan warna coklat bening terlihat di dinding rumah.

Kejadian Aneh di Asrama

Masuk Asrama            Alhamdulillah bulan april 1993, aku diterima di sebuah Sekolah Perawat Kesehatan di kotaku. Peraturannya, setiap siswa Sekolah Perawat Kesehatan harus bermukim di asrama. Pada hari yang telah ditentukan akupun masuk asrama bersama temanku yang lain. Kamipun di tempatkan di kamar yang khusus untuk siswa tahun pertama.
            Sebelum masuk asrama, kami wajib membawa baju dan peralatan lainnya yang sudah ditentukan oleh sekolah. Seperti baju rumah 3 stel, baju tidur 3 stel, baju seragam 3stel dan seterusnya. Bagiku ini bukan masalah, karena aku memang hanya punya sedikit pakaian yang aku pakai silih berganti.
           Tidak demikian halnya dengan beberapa orang temanku. Ada yang mengeluh ketika guru asrama memeriksa barang bawaan kami. Ketika beliau menemukan kelebihan pakaian dari yangseharusnya, maka pakaian itu harus dibawa pulang kembali oleh orangtua atau wali murid yang mengantar kami saat itu.  
            Kehidupan asrama, mulai aku rasakan. Ada s…

Membuat Paspor Online yang Berakhir Offline

Ada pengalaman sedih saat saya mengurus Paspor beberapa hari lalu. Pasalnya saya sudah merasa persiapan saya sempurna. Saya sudah mendaftar dan mengisi beberapa data di formulir pembuatan Paspor online. Saya juga sudah mengirim scan surat-surat penting. Dan saya juga sudah mendapatkan konfirmasi kedatangan pembuatan paspor dari imigrasi pada tanggal 30 April 2014. Yang meminta saya membawa berkas tersebut ke bank dan membayarkan sejumlah uang sesuai yang tertera di berkas yang dikirimkan ke email saya.