Skip to main content

Walau Cuma Satu Orang Yang Datang

Tanggal 1 April 2012 Saya diminta lagi berbagi ilmu menulis untuk adik-adik FLP Kids Bekasi. Acara harusnya mulai pukul 10.00 WIB. Saya mengajak Mbak Ichen untuk berbagi bersama, karena kebetulan kami akan sharing ilmu juga di Panti Asuhan Muslimin Pukul 14.00 WIB.
Mbak Ichen sudah lebih dulu sampai di Unisma tempat kami akan berbgi ilmu. Sepuluh menit sebelum acara yang ditentukan , sayapun sampai di lokasi. Sembari menunggu adik-adik yang belum satupun datang, saya dan Mbak Ichen membahas berbagai macam hal menyangkut materi yang akan kami berikan nanti di 2 tempat bebeda ini.
Lima belas menit menunggu, belum satupun dari peserta maupun panitia yang muncul. Saya dan Mbak Ichen masih meneruskan diskusi kami. Hingga waktu menunjukkan pukul 10. 30 WIB. salah satu adik FLP Kids datang. Namanya Hana, Hana mendapatkan buku saya 2 minggu lalu karena cerpennya bertema fabel. Tak lama kemudian salah satu pantia pun datang, dan minta maaf kepada kami karena sudah terlambat. Dia juga minta maaf, karena ternyata adik-adik yang lain tidak bisa datang karena berbagaimacam alasan. Saya dan Mbak ichen memklumi hal itu.
Karena dari awal niat kami datang ke tempat ini adalha untuk berbagi ilmu, maka saya dan Mbak Ichen tetap mengajar Hana sesuai dengan tema yang diminta. Kali ini tema yang diminta adalah cara mencari dan mengembangkan ide.
Saya tetap menggunakann PPT yangsaya bawa utuk mengajr Hana melalui laptop saya. Setelah itu secara bergiliran saya dan Mbak Ichen meminta Hana mencari ide yang ada di sekitarnya saat itu. Kami meberikan beberapa pertanyaan kepad Hana agar gadis kecil itu bisa mengembangkan idenya menjadi sebuah cerita menarik.
Karena kami berada di teras mesjid Unisma, maka suasana yang terlihat saat itu adalah suasana pagi dengan hembusan angin dan kicaun burung. Hana emilih burung pipit sebagai tokohnya kali ini.
Kami memancing Hana untuk membuat konflik yang akan terjadi pada tokohnya. Hana yang menurut saya sangat berbakat ini, memilih konfliknya si burung pipit ingin makan.
Mbak Ichen bertanya,"apa makanan yang diinginkan burung itu? bagaimana caranya dia mendapatkannya?  di mana ia menemukan makanan itu?" Sesuai dengan prinsip 1 H dan 5 W yang pernah saya berikan waktu pertemuan pertama dulu.
Selanjutnya kami minta Hana mengembangkan idenya menjadi semacam Mind Map, Hana menyebutny dengan Jaring Laba-laba, sementara Mbak Ichen menyebutnya dengan Pohon Ide.  Alhamdulillah Hana mengerti dengan penjelasan kami. Lalu Hana membuat sebuah cerpen yang bgus dengan menggunakan Jaring Laba-laba yang sudah dibuatnya. Setengah jam kemudian, Hana berhasil menyelesaikan satu cerpen yang bagus.
Sungguh saya dan Mbak Ichen kagum dengan daya tangkap Hana. Fabel yang dibuatnya sudah bagus. walau perlu tambahan sedikit dialog. Karena kami memang beum mengajarkan tentang dialog, jadi kami pikir untuk ide dan Jaring laba-laba-nya saja dia sudah berhasil membuat ide yang unik.
 Tidak sia-sia rasanya kami datang ke tempat itu walau hanya mengajar satu anak saja. Semoga selanjutnya karya-karya Hana semakin baik lagi. Terima kasih sudah datang dan terima kasih sudah menjadikan saya dan Mbak Ichen sebagai "bundamu" dalam menulis.
Sebelum pulang, Mbak Ichen menghadiahkan buku Minmie untuk Hana. Semoga Hana semakin semangt menulis ya. ^_^


Comments

  1. pengalamannya menarik, mbak. Memang jadi trainer harus tetap semangat ya walau yang datang hanya satu. :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. ^_^

Popular posts from this blog

Infeksi Saraf Mata Akibat Sres dan Kecapaian

Kira-kira tiga bulan lalu, saya merasa ada yang aneh dengan penglihatan saya. Saya melihat benda seperti melihat dibalik fatamorgana atau melihat dibalik air. Seolah benda yang saya lihat itu tidak diam. Walau terasa tidak nyaman, saya berusaha melakukan semua kegiatan saya seperti biasanya. Saya mengantar Hauzan sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah dan menulis.
       Hanya saja, semakin hari penglihatan saya makin terasa tidak nyaman. Tanpa sengaja suatu hari saya mengucek mata kiri sambil melihat ke dinding. Saat itu saya melihat dengn mata kanan saya. Ada sesuatu yang aneh ternyata pada mata kanan saya. Dinding rumah yang seharusnya berwarna krem, ternyata ada lingkaran berwarna coklat sebesar bola sepak dalam penglihatan mata kanan saya. Karena penasaran saya coba menutup mata kiri dan melihat dengan mata kanan saja. Saya masih melihat hal yang sama. Ada lingkaran penuh dengan warna coklat bening terlihat di dinding rumah.

Kejadian Aneh di Asrama

Masuk Asrama            Alhamdulillah bulan april 1993, aku diterima di sebuah Sekolah Perawat Kesehatan di kotaku. Peraturannya, setiap siswa Sekolah Perawat Kesehatan harus bermukim di asrama. Pada hari yang telah ditentukan akupun masuk asrama bersama temanku yang lain. Kamipun di tempatkan di kamar yang khusus untuk siswa tahun pertama.
            Sebelum masuk asrama, kami wajib membawa baju dan peralatan lainnya yang sudah ditentukan oleh sekolah. Seperti baju rumah 3 stel, baju tidur 3 stel, baju seragam 3stel dan seterusnya. Bagiku ini bukan masalah, karena aku memang hanya punya sedikit pakaian yang aku pakai silih berganti.
           Tidak demikian halnya dengan beberapa orang temanku. Ada yang mengeluh ketika guru asrama memeriksa barang bawaan kami. Ketika beliau menemukan kelebihan pakaian dari yangseharusnya, maka pakaian itu harus dibawa pulang kembali oleh orangtua atau wali murid yang mengantar kami saat itu.  
            Kehidupan asrama, mulai aku rasakan. Ada s…

Membuat Paspor Online yang Berakhir Offline

Ada pengalaman sedih saat saya mengurus Paspor beberapa hari lalu. Pasalnya saya sudah merasa persiapan saya sempurna. Saya sudah mendaftar dan mengisi beberapa data di formulir pembuatan Paspor online. Saya juga sudah mengirim scan surat-surat penting. Dan saya juga sudah mendapatkan konfirmasi kedatangan pembuatan paspor dari imigrasi pada tanggal 30 April 2014. Yang meminta saya membawa berkas tersebut ke bank dan membayarkan sejumlah uang sesuai yang tertera di berkas yang dikirimkan ke email saya.