Skip to main content

Minggu ke 3 di Panti Asuhan Muslimin Karakter dan POV

Minggu ke tiga ini, saya dan Mbak Ichen membahas tentang karakter dan POV/ Sudut Pandang.

Pukul 13. 40 WIB, kami sampai di Panti Asuhan Muslimin. Ternyata belum satu pun adik-adik yang hadir. Ninda dan mahasiswa lainnya juga tidak terlihat. Untunglah 20 menit kemudian seseorang dari panti asuhan membawa layar beserta infocusnya. Setelah memasang semua perlengkapan itu, saya dan Mbak Ichen menyalakan laptop dan menikmati sendiri video tentang karakter dari sebuah buku yang di download Mbak Ichen dari internet. Pukul 14. 35 WIB 3 orang adik peserta latihan menulis baru muncul, yaitu Yusup, Darma dan Putra. Lalu disusul oleh Siti Aminah, Istiqamah dan (lupa namanya). Karena waktu yang terus berjalan, akhirnya kami mulai kegiatan sore itu walau belum semua adik-adik hadir.
Saya menjelaskan cara membuat karakter yang kuat, sesuai pelajaran yang saya dapat dari Pak Kepsek Benny Rhamdani sewaktu di Kelas Ajaib tempo hari. Saya menjelaskan kepada mereka agar membuat biodata dari karakter yang akan mereka jadikan tokoh cerita, selengkap mungkin, termasuk kebiasaan baik dan kebiasaan buruk beserta ciri khas karakter mereka itu.
Selanjutnya saya menjelaskan tentang POV, sesuai dengan materi yang saya dapatkan dari pak Kepsek juga. Di tengah keseriusan saya dan adik-adik membahas materi ini, muncul lagi 3 orang adik dari panti asuhan lain (lupa namanya)
Selanjutnya saya dan Mbak Ichen meminta mereka membuat sebuah karakter lengkap dengan biodatanya seperti yang saya sampaikan tadi.

Lima belas menit kemudian mereka selesai membuat tugas yang kami minta. Atas permintaan Ninda dan karena saya membaca tugas yang mereka buat tempo hari ( yang dikirim Tacik Ratih via email). Ternyata mereka hanya membuat beberapa paragraf saja, akhirnya saya dan Mbak Ichen sepakat untuk meminta mereka membuat sebuah cerpen utuh sepanjang satu halaman folio. Dengan menggunakan ide, konflik dan karakter yang sudah mereka pelajari dalam 3 pekan terakhir.
setengah jam kemudian, mereka berhasil menyelesaikan sebuah cerpen, sesuai dengan yang kami minta. Ada paragraf pembuka, alur dan konflik serta ending. Tak lupa saya memberikan sedikit contoh dialog kepada mereka agar mereka bisa menyisipkan dialog dalam cerpen mereka. Selanjutnya kami langsung memeriksa dan mereview cerpen itu.
Kami membuat beberapa catatan di bawah cerpen mereka, kami langsung menjelaskan kepada mereka bagian yang harus diperbaiki dan ditambah atau dikurangi.
Untuk pekan mendatang kami harap trainer berikutnya meminta kepada mereka cerpen yang sudah direvisi, karena kami mengembalikan cerpen itu kepada mereka dan meminta mereka menyelesaikannya di rumah dan membawanya pekan depan.

Comments

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. ^_^

Popular posts from this blog

Infeksi Saraf Mata Akibat Sres dan Kecapaian

Kira-kira tiga bulan lalu, saya merasa ada yang aneh dengan penglihatan saya. Saya melihat benda seperti melihat dibalik fatamorgana atau melihat dibalik air. Seolah benda yang saya lihat itu tidak diam. Walau terasa tidak nyaman, saya berusaha melakukan semua kegiatan saya seperti biasanya. Saya mengantar Hauzan sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah dan menulis.
       Hanya saja, semakin hari penglihatan saya makin terasa tidak nyaman. Tanpa sengaja suatu hari saya mengucek mata kiri sambil melihat ke dinding. Saat itu saya melihat dengn mata kanan saya. Ada sesuatu yang aneh ternyata pada mata kanan saya. Dinding rumah yang seharusnya berwarna krem, ternyata ada lingkaran berwarna coklat sebesar bola sepak dalam penglihatan mata kanan saya. Karena penasaran saya coba menutup mata kiri dan melihat dengan mata kanan saja. Saya masih melihat hal yang sama. Ada lingkaran penuh dengan warna coklat bening terlihat di dinding rumah.

Kejadian Aneh di Asrama

Masuk Asrama            Alhamdulillah bulan april 1993, aku diterima di sebuah Sekolah Perawat Kesehatan di kotaku. Peraturannya, setiap siswa Sekolah Perawat Kesehatan harus bermukim di asrama. Pada hari yang telah ditentukan akupun masuk asrama bersama temanku yang lain. Kamipun di tempatkan di kamar yang khusus untuk siswa tahun pertama.
            Sebelum masuk asrama, kami wajib membawa baju dan peralatan lainnya yang sudah ditentukan oleh sekolah. Seperti baju rumah 3 stel, baju tidur 3 stel, baju seragam 3stel dan seterusnya. Bagiku ini bukan masalah, karena aku memang hanya punya sedikit pakaian yang aku pakai silih berganti.
           Tidak demikian halnya dengan beberapa orang temanku. Ada yang mengeluh ketika guru asrama memeriksa barang bawaan kami. Ketika beliau menemukan kelebihan pakaian dari yangseharusnya, maka pakaian itu harus dibawa pulang kembali oleh orangtua atau wali murid yang mengantar kami saat itu.  
            Kehidupan asrama, mulai aku rasakan. Ada s…

Membuat Paspor Online yang Berakhir Offline

Ada pengalaman sedih saat saya mengurus Paspor beberapa hari lalu. Pasalnya saya sudah merasa persiapan saya sempurna. Saya sudah mendaftar dan mengisi beberapa data di formulir pembuatan Paspor online. Saya juga sudah mengirim scan surat-surat penting. Dan saya juga sudah mendapatkan konfirmasi kedatangan pembuatan paspor dari imigrasi pada tanggal 30 April 2014. Yang meminta saya membawa berkas tersebut ke bank dan membayarkan sejumlah uang sesuai yang tertera di berkas yang dikirimkan ke email saya.