Skip to main content

Ikut Pelatihan Menulis Yuk...

Menurut saya sebagai seorang yang ingin mendalami ilmu menulis, alangkah baiknya kita mengikuti pelatihan menulis. Pelatihan menulis itu akan memperkuat tulisan kita. Kita bisa memilih pelatihan secara online atau offline, atau kedua-duanya. Saya sendiri mengikuti pelatihan sejak tahun 2005. Bukan sekali, tapi berkali-kali. Pertama saya mengikuti pelatihan itu di Majalah Ummi. Pelatiha Menulis Cerita Anak yang dimentori oleh Mas Ali Muakhir, Mas Eka Wardhana, Mbak Zyrlifera Jamil ( Pemred Ummi waktu itu). Setelah itu saya terus latihan menulis cerita anak, hingga tulisan saya diterbitkan di Majalah Ummi dan Koran Singgalang ( Sumbar). Karena sangat senang, saya meneruskan menulis dari yang tadinya berupa cerpen, lalu beralih ke novel anak. Alhamdulillah dua novel anak saya diterbitkan oleh Zikrul HAkim tahun 2006 dan 2007. Tak terkira senangnya saya karena terbitnya novel anak itu. Dengan demikian saya beranggapan saya sudah sah menjadi penulis.
Tapi perjalanan tidak selalu mulus. Ketika saya mencoba mengirim tulisan saya ke Kompas Anak dan ke majalah anak lainnya, ternyata saya selalu menerima surat cinta atau surat yang menyatakan kalau naskah saya tidak layak muat. Apalagi setelah satu naskah novel anak dan 2 naskah nonfiksi ditolak penerbit. Kejadian ini benar-benar membuat saya down dan sempat membuat saya berhenti menulis beberapa bulan. Sayangnya saya belum mengenal internet,email atau Facebook dan jejaring sosial lainnya waktu itu. Hasilnya, keterpurukan saya berlarut-larut. Sayapun benar-benar berhenti menulis hingga 2 tahun.
Tahun 2010 saya mengenal Email dan  Facebook. Saya mencari beberapa penulis dan mengajukan diri menjadi teman mereka. Saya berhasil, mereka menerima pertemanan saya. Saya membaca catatan-catatan mereka. Selanjutnya saya minta diajak bergabung ke milis-milis penulis. Hasilnya sangat membangkitkan semangat saya. Saya kembali bangkit untuk menulis. Pertama saya menulis artikel untuk penulislepas.com. Alhamdulillah dimuat, selanjutnya saya mengikuti beberapa lomba menulis yang diadakan teman-teman FB saya. Meskipun tidak menang, saya mulai merasakan semangat itu lagi.
Terakhir, saya kembali mengikuti pelatihan menulis yang diistilahkan dengan workshop. Saya mengikuti beberapa workshop online. Meskipun tidak begitu maksimal, tapi saya bisa mengambil ilmu dari para mentor saya. Terakhir saya mengikuti workshop menulis offline di Kelas Ajaib bersama Mas Benny Rhamdani. Workshop offline ini dilanjutkan secara online seperti yang sudah saya ceritakan pada tulisan saya sebelum ini. Workshop Kelas Ajaib inilah yang benar-benar memberi warna pada tulisan saya. Sekali lagi saya rekomendasikan teman-teman untuk mengikuti workshop ini.
Saat ini Mas Benny Rhamdani mengajak beberapa penulis termasuk saya untuk bergabung di Kelas Writer For Triner. Kami semua diajarkan bagaimana memberikan pelatihan menulis bagi para penulis pemula. Saya dan teman-teman tentunya mengadopsi cara mengajar guru kami ini. Kami berharap penulis pemula yang mengikuti workshop kami, bisa menelurkan tulisan yang keren dan dimuat di Majalah, koran atau diterbitkan oleh penerbit.
Selamat Belajar bagi semua penulis. Ingatlah hanya diperlukan satu persen bakat untuk menulis itu, 99 persen lainnya adalah latihan dan kerja keras, demikian yang saya kutip dari guru saya yang pertama yaitu Mbak Zyrlifera Jamil. Hal ini selalu saya ingat, karena saya bukanlah dari keturunan seorang penulis. Tetaplah belajar dan kalau perlu mengikuti workshop untuk mengasah kemampuan menulis. *__^

Comments

Popular posts from this blog

Infeksi Saraf Mata Akibat Sres dan Kecapaian

Kira-kira tiga bulan lalu, saya merasa ada yang aneh dengan penglihatan saya. Saya melihat benda seperti melihat dibalik fatamorgana atau melihat dibalik air. Seolah benda yang saya lihat itu tidak diam. Walau terasa tidak nyaman, saya berusaha melakukan semua kegiatan saya seperti biasanya. Saya mengantar Hauzan sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah dan menulis.
       Hanya saja, semakin hari penglihatan saya makin terasa tidak nyaman. Tanpa sengaja suatu hari saya mengucek mata kiri sambil melihat ke dinding. Saat itu saya melihat dengn mata kanan saya. Ada sesuatu yang aneh ternyata pada mata kanan saya. Dinding rumah yang seharusnya berwarna krem, ternyata ada lingkaran berwarna coklat sebesar bola sepak dalam penglihatan mata kanan saya. Karena penasaran saya coba menutup mata kiri dan melihat dengan mata kanan saja. Saya masih melihat hal yang sama. Ada lingkaran penuh dengan warna coklat bening terlihat di dinding rumah.

Kejadian Aneh di Asrama

Masuk Asrama            Alhamdulillah bulan april 1993, aku diterima di sebuah Sekolah Perawat Kesehatan di kotaku. Peraturannya, setiap siswa Sekolah Perawat Kesehatan harus bermukim di asrama. Pada hari yang telah ditentukan akupun masuk asrama bersama temanku yang lain. Kamipun di tempatkan di kamar yang khusus untuk siswa tahun pertama.
            Sebelum masuk asrama, kami wajib membawa baju dan peralatan lainnya yang sudah ditentukan oleh sekolah. Seperti baju rumah 3 stel, baju tidur 3 stel, baju seragam 3stel dan seterusnya. Bagiku ini bukan masalah, karena aku memang hanya punya sedikit pakaian yang aku pakai silih berganti.
           Tidak demikian halnya dengan beberapa orang temanku. Ada yang mengeluh ketika guru asrama memeriksa barang bawaan kami. Ketika beliau menemukan kelebihan pakaian dari yangseharusnya, maka pakaian itu harus dibawa pulang kembali oleh orangtua atau wali murid yang mengantar kami saat itu.  
            Kehidupan asrama, mulai aku rasakan. Ada s…

Membuat Paspor Online yang Berakhir Offline

Ada pengalaman sedih saat saya mengurus Paspor beberapa hari lalu. Pasalnya saya sudah merasa persiapan saya sempurna. Saya sudah mendaftar dan mengisi beberapa data di formulir pembuatan Paspor online. Saya juga sudah mengirim scan surat-surat penting. Dan saya juga sudah mendapatkan konfirmasi kedatangan pembuatan paspor dari imigrasi pada tanggal 30 April 2014. Yang meminta saya membawa berkas tersebut ke bank dan membayarkan sejumlah uang sesuai yang tertera di berkas yang dikirimkan ke email saya.