Skip to main content

Review Buku Biografi Empat Imam Mazhab

Banyak hal yang sangat menginspirasi dalam buku Biografi Empat Imam Mazhab ini. Di antaranya adalah ketika Imam Syafii bisa menghapal Al Quran saat usia 7 tahun. Beliau juga patuh pada pesan ibu beliau untuk selalu jujur di mana pun berada. Bahkan beliau jujur kepada perompak yang akan merampok uangnya. Sehingga rombongan perompak itu menjadi bertobat karena kejujuran Syafii kecil. 
Dalam buku ini ada biografi Imam Malik. Beliau sangat cerdas dalam menghapal Al Quran dan Hadist. Ibu beliau juga mendorong anaknya untuk selalu menuntut ilmu. Ibu beliau memperhatikan kebersihan dan kerapihan anaknya sebelum belajar. Bila belajar dalam kondisi badan segar dan bersih, maka ilmu akan mudah diserap, demikian pesan ibu Imam Malik ketika beliau kecil. Beliau menguasai berbagai bidang ilmu. Beliau juga berteman dengan banyak orang. Beliau juga memiliki banyak guru.Sehingga Imam malik dinobatkan menjadi pemberi fatwa atau mufti ketika usia beliau 21 tahun. Semua itu terjadi karena beliau menguasai berbagai bidang ilmu. Beliau adalah mufti yang jujur, adil dan tegas. Saya berharap semoga saya bisa seperti beliau, setidaknya bersikap jujur, adil dan tegas.

Hal lain dalam buku ini, kisah tentang Imam Abu Hanifah yang belajar kepada ribuan ulama. Waaah... Hebat sekali beliau. Mau belajar kepada ribuan ulama! Rasanya kapan saya bisa seperti beliau? 
Imam Abu Hanifah juga terkenal sangat jujur. Beliau bahkan mencari pemilik kebun apel yang tak sengaja beliau makan ketika berteduh di bawah pohon apel itu. Beliau mau minta diikhlaskan atas apel yang beliau makan. Hasilnya bukan maaf saja yang beliau dapat, tapi juga anak dari pemilik kebun apel. Karena pemilik kebun takjub dengan kejujuran Imam Malik, sehingga meminta beliau menikahi anak gadisnya.
Beda lagi dengan Imam Ahmad bin Hanbal. Selain hapal Al Quran dan sejuta hadist, beliau adalah pekerja keras yang sangat menyayangi ibu beliau. Beliau selalu ingat pesan Rasulullah SAW bahwa makanan terbaik yang dimakan seseorang adalah makanan yang dibeli dari hasil kerja kerasnya. ❤

Comments

Popular posts from this blog

Pengaruh Membaca dan Mendengarkan Al Quran Terhadap Kecerdasan & Perkembangan Janin, Bayi dan Balita

Ketika hamil Hauzan (6 tahun) putera ke tiga saya, saya cukup lemah dan sering sakit. Saya lebih banyak bedrest. Pertama karena saya hampir tiap hari morning sicknes. Kedua karena sakit maag saya kumat sejak minggu ke 16 kehamilan hingga melahirkan, sehingga makanan sangat susah masuk. Akibatnya saya lemas dan kurang gizi.



      Karena hal tersebut, saya pun jadi lebih banyak khawatir. Khawatir apakah nanti janin saya baik-baik saja. Bagaimana nanti jika dia kurang gizi? Apakah janin saya akan sehat-sehat saja? Dan puluhan pertanyaan penuh kekhawatiran lainnya yang bertebaran dalam pikiran saya. Apalagi saat hamil anak ke tiga ini, usia saya sudah 35 tahun. Menurut dokter usia yang cukup riskan untuk hamil. Ditambah jarak kehamilan kedua dan ketiga ini cukup jauh. Sekitar 7 tahun.

Infeksi Saraf Mata Akibat Sres dan Kecapaian

Kira-kira tiga bulan lalu, saya merasa ada yang aneh dengan penglihatan saya. Saya melihat benda seperti melihat dibalik fatamorgana atau melihat dibalik air. Seolah benda yang saya lihat itu tidak diam. Walau terasa tidak nyaman, saya berusaha melakukan semua kegiatan saya seperti biasanya. Saya mengantar Hauzan sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah dan menulis.
       Hanya saja, semakin hari penglihatan saya makin terasa tidak nyaman. Tanpa sengaja suatu hari saya mengucek mata kiri sambil melihat ke dinding. Saat itu saya melihat dengn mata kanan saya. Ada sesuatu yang aneh ternyata pada mata kanan saya. Dinding rumah yang seharusnya berwarna krem, ternyata ada lingkaran berwarna coklat sebesar bola sepak dalam penglihatan mata kanan saya. Karena penasaran saya coba menutup mata kiri dan melihat dengan mata kanan saja. Saya masih melihat hal yang sama. Ada lingkaran penuh dengan warna coklat bening terlihat di dinding rumah.

Pemulihan Pasca Operasi Kantung Empedu

Postingan ini adalah lanjutan dari dua postingan sebelumnya ya. Yang pertama bisa dibaca di sini dan yang kedua di sini. Selamat membaca... 😊
    Alhamdulillah sehari setelah operasi kantung empedu, tepatnya tanggal 15-02-2018, saya sudah bisa melakukan mobilisasi. Saya bisa turun dari tempat tidur setelah kateter (selang untuk buang air kecil) dilepas. Sepertinya perawat memasang selang ini saat saya sudah dalam kondisi dianastesi.