Skip to main content

Nikmat Yang Terlupakan

       Nikmat mata. Mungkin selama ini saya   tidak begitu memperhatikan nikmat Allah yang satu ini. Sebagai penulis, mata adalah salah satu modal utama yang wajib dijaga. Tapi saya telah lalai menjaganya. Walau dokter sudah menyarankam saya pakai kaca mata, saya hanya sesekali saja menggunakannya.
       Masih bisa kok mengetik gak pake kaca mata, demikian selalu batin saya berkata. Saya pun memaksa mata saya mengetik, membaca buku referensi, mengedit naskah, mencari referensi di gugel dan youtube, dan lainnya.

Sehingga mata saya pun merajuk. Dia memutuskan memberi peringatan kepada saya dengan cara membuat saya melihat benda seperti menonton film 3D tanpa kacamata 3D.
        Jika saya melihat hanya dengan mata kanan saja, maka benda yang ada di depan saya terlihat berwarna cokelat. Syukurnya tidak demikian ketika saya melihat dengan mata kiri saja. Mata kiri sepertinya bisa memaafkan saya.
Dengan peringatan itu, saya merasakan berbagai hal. Mulai dari bingung, vertigo, migren, sakit kepala, frustasi dan sedih.
        Ketika saya periksa ke dokter mata, menurut beliau, saya mengalami kelelahan. Bisa kelelaham fisik atau kelelahan mental seperti stres.
Tapi saya bersyukur, Allah bersedia mengingatkan saya melalui mata saya.         
        Saya mohon ampun pada Allah karena sudah melalaikan hak mata saya. Semoga saya tidak melalaikan hak anggota tubuh yang lain. Saya berdoa semoga Allah berkenan menormalkan kembali penglihatan saya. Mohon doanya juga ya sahabat.

Comments

  1. semoga segerasembuh ya mbak. Aku gak lepas kacamata nih kalau beraktivitas di rumah sekali pun itu nyapu ngepel. AKu simpan kalau mandi dan tidur aja biasanya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin YRA makasih doanya mbak lidya. Iya nih. Sekarang saya pakai kacamata di semua kegiatan kecuali mandi san tidur. 😊

      Delete
    2. Aamiin YRA makasih doanya mbak lidya. Iya nih. Sekarang saya pakai kacamata di semua kegiatan kecuali mandi san tidur. 😊

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. ^_^

Popular posts from this blog

Infeksi Saraf Mata Akibat Sres dan Kecapaian

Kira-kira tiga bulan lalu, saya merasa ada yang aneh dengan penglihatan saya. Saya melihat benda seperti melihat dibalik fatamorgana atau melihat dibalik air. Seolah benda yang saya lihat itu tidak diam. Walau terasa tidak nyaman, saya berusaha melakukan semua kegiatan saya seperti biasanya. Saya mengantar Hauzan sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah dan menulis.
       Hanya saja, semakin hari penglihatan saya makin terasa tidak nyaman. Tanpa sengaja suatu hari saya mengucek mata kiri sambil melihat ke dinding. Saat itu saya melihat dengn mata kanan saya. Ada sesuatu yang aneh ternyata pada mata kanan saya. Dinding rumah yang seharusnya berwarna krem, ternyata ada lingkaran berwarna coklat sebesar bola sepak dalam penglihatan mata kanan saya. Karena penasaran saya coba menutup mata kiri dan melihat dengan mata kanan saja. Saya masih melihat hal yang sama. Ada lingkaran penuh dengan warna coklat bening terlihat di dinding rumah.

Kejadian Aneh di Asrama

Masuk Asrama            Alhamdulillah bulan april 1993, aku diterima di sebuah Sekolah Perawat Kesehatan di kotaku. Peraturannya, setiap siswa Sekolah Perawat Kesehatan harus bermukim di asrama. Pada hari yang telah ditentukan akupun masuk asrama bersama temanku yang lain. Kamipun di tempatkan di kamar yang khusus untuk siswa tahun pertama.
            Sebelum masuk asrama, kami wajib membawa baju dan peralatan lainnya yang sudah ditentukan oleh sekolah. Seperti baju rumah 3 stel, baju tidur 3 stel, baju seragam 3stel dan seterusnya. Bagiku ini bukan masalah, karena aku memang hanya punya sedikit pakaian yang aku pakai silih berganti.
           Tidak demikian halnya dengan beberapa orang temanku. Ada yang mengeluh ketika guru asrama memeriksa barang bawaan kami. Ketika beliau menemukan kelebihan pakaian dari yangseharusnya, maka pakaian itu harus dibawa pulang kembali oleh orangtua atau wali murid yang mengantar kami saat itu.  
            Kehidupan asrama, mulai aku rasakan. Ada s…

Membuat Paspor Online yang Berakhir Offline

Ada pengalaman sedih saat saya mengurus Paspor beberapa hari lalu. Pasalnya saya sudah merasa persiapan saya sempurna. Saya sudah mendaftar dan mengisi beberapa data di formulir pembuatan Paspor online. Saya juga sudah mengirim scan surat-surat penting. Dan saya juga sudah mendapatkan konfirmasi kedatangan pembuatan paspor dari imigrasi pada tanggal 30 April 2014. Yang meminta saya membawa berkas tersebut ke bank dan membayarkan sejumlah uang sesuai yang tertera di berkas yang dikirimkan ke email saya.