Jangan Membaca Dongeng

Beberapa waktu lalu saya mendengar dan menonton acara tausiah di sebuah TV swasta. Saat itu pembahasnnya tentang mendidik anak. Sebagai seorang ibu, tentu saja saya sangat tertarik dengan tema ini. Dengan khusu' saya mendengarkan dan memperhatikan penjelasan dari ustad dan ustadzah yang sedang memberikan tausiah.
    Walau semua yang mereka sampaikan itu sudah saya ketahui, tapi setidaknya bermanfaat sebagai pengingat bagi saya. Hingga pembahasam sang ustadzah sampai kepada sebuah kalimat yang meminta setiap orang tua mukmin agar tidak memberikan atau membacakan dongeng kepada anak-anaknya. Cukup dengan membacakan dan mengisahkan tentang cerita rasulullah dan sahabat beliau serta kisah dalam al quran saja.
      Sungguh saya terkejut mendengar perkataan sang ustadzah. Karena sebagai seorang penulis bacaan anak, saya tentunya menginginkan buku saya bisa dibaca semua anak. Khususnya anak muslim. Karena saya memang mengkhususkan diri menulis buku bertema cerita anak muslim.
     Jika sang ustadzah melarang para orangtua untuk membacakan kisah selain kisah dalam alquran dan hadist, apa yang terjadi dengan buku yang saya tulis? Apakah saya berdosa menulis buku-buku itu?
     Karena penasaran, saya pun mencoba menanyakan maksud beliau. Saya cari page FB beliau. Saya inbox beliau. Sayangnya pertanyaan saya tidak dijawab sampai sekarang. Alhasil saya jadi merenung tentang naskah yang akan saya tulis ke depan.
     Bagaimana jika ternyata dongeng2 yg saya tulis itu ternyata memang tidak diizinkan oleh Allah dan RasulNya? Bagaimana saya akan menanggung kesalahan saya itu nanti di akhirat? Dan beribu pertanyaan serta kekhawatiran pun mulai muncul.
      Saya segera mohon ampun pada Allah. Beberapa hari saya tidak menulis cerita dongeng dan cerpen sama sekali. Saya hanya menulis di blog saja. Hingga saya berhasil menghilangkan kegelisahan saya itu setelah beberapa hari merenung.
     Semuanya saya kembalikan pada Allah. Niat saya menulis dongeng atau cerpen untuk anak adalah agar anak anak yang membaca buku saya mendapatkan manfaat dari buku tersebut. Misalnya manfaat berupa hiburan. Syukur syukur bisa lebih dari itu. Mereka bisa mendapat suatu hikmah dari pesan yang sampaikan dalam cerita. Mereka bisa menjadi mandiri setelah membaca buku saya. Mereka jadi berani, bertanggung jawab dan makin dekat dengan teman keluarga dan kerabat mereka.
    Saya akan lebih bahagia lagi jika mereka menjadi makin taat kepada Allah dan RasulNya setelah membaca buku saya. Bukankah itu sama saja dengan saya mendapatkan pahala dari ilmu yang sudah saya ajarkan?
    Hanya seperti itu cara satu-satunya untuk mengembalikan semangat menulis saya. Khususnya menulis cerita anak. Semoga Allah mengampuni saya jika karya saya ternyata memang tidak Dia izinkan. Tapi saya yakin Dia Maha Mengetahui niat saya.
       Saya yakin Allah mengizinkan saya menuliskan semua ide saya itu jadi sebuah buku. Saya selalu mengharapkan semua kebaikan dari Allah untuk semua karya yang saya tulis.
     Segala puji bagi Allah yang sudah menenangkan saya. Terima kasih saya pada Allah yang sudah menentramkan hati saya. Semoga Dia selalu menjaga saya dari hal yang tidak diizinkanNya. Aamiin ya rabbal alamaiin...

Comments

  1. Semoga tidak menurunkan semangat mbak untukmenulis ya. Toh buku-buku mbak juga mendidk anak-anak kok

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin... makasih untuk supportnya ya mbak lidya. :)

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. ^_^

Popular posts from this blog

Infeksi Saraf Mata Akibat Sres dan Kecapaian

Kejadian Aneh di Asrama

Summarecon Bekasi, Dekat di Hati