Mencoba Mengirim CV Yang Tidak Seberapa Ke SB2014



Nama saya Nelfi Syafrina. Selain menjadi ibu rumah tangga, saya menjalani hari saya sebagi penulis bacaan anak. Saya berkenalan dengan blog tahun 2008. Saat itu saya ingin mencari kegiatan baru setelah resign dari tempat kerja saya sebagai perawat di salah satu rumah sakit besar di Bekasi.
 Awalnya tidak mudah menjalani hari sebagai ibu rumah tangga saja. Karena saya sudah biasa dengan kesibukan dan rutinitas bekerja. Untuk itu saya mencari kegiatan baru. Saya memilih belajar menjadi penulis cerita anak sebagai kegiatan baru saya. Karena saat itu anak saya yang baru satu, sangat suka mendengar saya mendongeng. Makanya saya berpikir untuk menuliskan cerita itu untuknya. Saya pun mengikuti workshop menulis cerita anak yang diselenggarakan oleh salah satu majalah wanita islami di Jakarta.

Sejak itu saya mulai menyukai menulis cerita untuk anak. Setiap hari setelah melakukan kegiatan rumah tangga, saya menulis untuk mengisi hari saya. Tentunya saya tetap menomor satukan anak dan keluarga. Tahun 2006, dua buku pertama yang saya tulis terbit. Saya sangat bersyukur, meski saya di rumah menjaga anak-anak, saya masih memiliki penghasilan, walau tidak banyak.
Sedang asyik dengan kegiatan baru, tiba-tiba tahun 2007 salah satu teman pengajian yang saya ikuti meminta saya mengajar anak-anak mengaji di TPA dekat rumah. Tentu saja saya tidak menolak, ini salah satu ladang ibadah bagi saya. Saya pun mengajar mengaji setelah shalat asar. Saya mengajak anak saya yang waktu itu sudah dua orang untuk sekalian belajar mengaji di TPA. Sebenarnya saat itu anak pertama saya juga sudah belajar mengaji di TPA tersebut. Sejenak kegiatan menulis saya tinggalkan. Karena kegiatan saya cukup menguras waktu. Saya harus mengantar jemput dua anak ke sekolah mereka dengan menjadi ojeker bagi anak-anak saya.
Untuk menyalurkan keinginan menulis saya, saya pun membuat sebuah blog untuk menyalurkan keinginan menulis. Blog pertama ini awalnya benar-benar berisi diari saya.  Kegiatan saya kembali berubah drastis setelah saya melahirkan anak ke tiga. Terpaksa saya mengundurkan diri dari mengajar di TPA tahun 2010, karena harus fokus dengan bayi saya yang baru lahir.
Sejak itu juga saya kembali menekuni dunia menulis cerita anak. Saya tidak mengantar jemput anak-anak sekolah lagi. Saya mendelegasikan tugas itu pada tetangga tentunya dengan bayaran yang sudah kami sepakati. Setelah selesai mengurusi bayi dan pekerjaan rumah, saya kembali menulis.
Alhamdulillah buku-buku saya mulai terbit lagi. Artikel saya juga sudah bermunculan di koran daerah. Saya mulai berkenalan dengan Facebook. Mencari teman-teman sesama penulis. Menimba ilmu dari mereka. Saya juga membuat blog baru, karena saya ingin tulisan saya di blog ini bukan hanya sekadar diari/ curhat. Tapi tulisan yang bisa bermanfaat bagi pembaca maya.  Saya juga mulai mencari ilmu di blog lain. Banyak sekali manfaat yang saya dapatkan dari blog para bloger. Mulai dari tips menulis, resep-resep makanan, kisah inspiratif, cara merawat dan mendidik anak,terjemahan hadist dan alquran dan masih banyak lagi. Saya mencari semua informasi itu dari berbagai tulisan para bloger.
Karena saya masih haus ilmu tentang penulisan cerita anak, saya pun mengikuti berbagai workshop menulis baik online mau pun offline. Saya juga mulai bergabung dengan komunitas sesama penulis dan akhirnya bisa bertemu di komunitas sesama bloger, khususnya bloger perempuan.
Awal tahun 2012  hingga sekarang saya diminta menjadi guru ekskul di klub menulis SDIT Al-Muchtar Bekasi. Saya juga mulai sering diminta untuk memberikan pelatihan menulis bagi calon penulis cilik di daerah Bekasi dan sekitarnya pada hari Sabtu atau Minggu. Di samping menulis cerita untuk anak, saya juga beberapa kali mengikuti lomba blog dan lomba menulis lainnya. Beberapa kali pernah memenangkan lomba-lomba itu, tapi lebih sering tidak menang. :D
Yang paling membuat saya menitikkan air mata, adalah ketika saya memenangkan lomba menulis novel dewasa islami. Lomba itu diselenggarakan oleh salah satu penerbit besar. Saya menjadi juara ke tiga. Tak terkira senangnya saya saat itu. Karena saya merasa, saya berhasil menulis sebuah novel yang bukan novel anak.
Mungkin bagi sebagian orang menulis novel dewasa itu sangat mudah. Tapi bagi saya hal ini cukup susah, sama susahnya ketika saya pertama kali belajar menulis cerita anak. Walau sampai sekarang saya juga masih terus belajar menulis cerita anak agar menghasilkan sebuah tulisan yang baik bagi anak-anak.
Begitulah kegiatan yang saya lakukan setiap hari. Melalui tulisan ini saya mengucapkan terima kasih yang tak terkira untuk semua ilmu yang saya peroleh dari tulisan-tulisan bloger semua, khususnya blog anggota Emak-Emak Bloger. []

Comments

Popular posts from this blog

Infeksi Saraf Mata Akibat Sres dan Kecapaian

Kejadian Aneh di Asrama

Summarecon Bekasi, Dekat di Hati