Skip to main content

IBF Award 2014, Islamic Book Fair, 1 Maret 2014, Senayan Jakarta

    

       Alhamdulillah buku DAI Anak Muslim Cerdas mendapatkan penghargaan sebagai buku fiksi anak terbaik tahun 2014 di Islamic Book Fair 2014. Penghargaan ini saya persembahkan untuk Allah SWT. DIA Sang Pemilik Ide dan mengalirkan ide itu melalui tulisan yang saya tuangkan dalam buku-buku saya, khususnya buku ini.


         Terima kasih tak terhingga kepada Penerbit Mizan yang sudah bersedia menerbitkan buku ini. Kang Dadan Ramadhan, Kak Beby Haryanti Dewi untuk editannya yang keren. Pak kepsek Benny Mera Naam untuk ide dan bimbingannya pada saya dan Mbak Sri Widiyastuti.
        Terima kasih juga untuk teman-teman di komunitas saya tercinta Komunitas Penulis Bacaan Anak untuk semua suppotnya.Terima kasih untuk semua juri IKAPI dan panitia IBF Award 2014 telah memilih buku kami sebagai pemenang award ini.
       Spesial thank's saya ucapkan untuk suami tercinta, anak-anak dan orang tua saya yang selalu mendukung semua kegiatan saya dalam dunia literasi. Jujur, mendapatkan penghargaan ini sangat membuat perasaan saya bercampur aduk. Kaget, tidak percaya, senang, bingung dan perasaan yang mengharu biru.
      Doa yang diucapkan bapak ketua dewan juri yang juga Wakil Menteri Agama, bapak Nasaruddin Umar, membuat saya tidak dapat membendung air mata. "Kita doakan para penulis buku-buku islam ini berumur panjang, karena dari tangan mereka lahir tulisan yang akan menjaga umat untuk selalu berpegang teguh pada agama Allah."
        Aaamiin ya Rabbal alamiin... Terima kasih doanya ya Pak. Doa yang sama untuk bapak dan semua dewan juri beserta keluarga dan panitia IBF Award 201 4.
        Semoga dengan penghargaan ini saya dan semua teman-teman penulis bisa makin meningkatkan kualitas tulisan kami. Tidak menjadi plagiator karya orang lain dan memplagiat karya sendiri. Semoga buku ini memberi manfaat untuk pembacanya, khususnya untuk saya dan keluarga. aamiin...

    

Comments

Popular posts from this blog

Pengaruh Membaca dan Mendengarkan Al Quran Terhadap Kecerdasan & Perkembangan Janin, Bayi dan Balita

Ketika hamil Hauzan (6 tahun) putera ke tiga saya, saya cukup lemah dan sering sakit. Saya lebih banyak bedrest. Pertama karena saya hampir tiap hari morning sicknes. Kedua karena sakit maag saya kumat sejak minggu ke 16 kehamilan hingga melahirkan, sehingga makanan sangat susah masuk. Akibatnya saya lemas dan kurang gizi.



      Karena hal tersebut, saya pun jadi lebih banyak khawatir. Khawatir apakah nanti janin saya baik-baik saja. Bagaimana nanti jika dia kurang gizi? Apakah janin saya akan sehat-sehat saja? Dan puluhan pertanyaan penuh kekhawatiran lainnya yang bertebaran dalam pikiran saya. Apalagi saat hamil anak ke tiga ini, usia saya sudah 35 tahun. Menurut dokter usia yang cukup riskan untuk hamil. Ditambah jarak kehamilan kedua dan ketiga ini cukup jauh. Sekitar 7 tahun.

Infeksi Saraf Mata Akibat Sres dan Kecapaian

Kira-kira tiga bulan lalu, saya merasa ada yang aneh dengan penglihatan saya. Saya melihat benda seperti melihat dibalik fatamorgana atau melihat dibalik air. Seolah benda yang saya lihat itu tidak diam. Walau terasa tidak nyaman, saya berusaha melakukan semua kegiatan saya seperti biasanya. Saya mengantar Hauzan sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah dan menulis.
       Hanya saja, semakin hari penglihatan saya makin terasa tidak nyaman. Tanpa sengaja suatu hari saya mengucek mata kiri sambil melihat ke dinding. Saat itu saya melihat dengn mata kanan saya. Ada sesuatu yang aneh ternyata pada mata kanan saya. Dinding rumah yang seharusnya berwarna krem, ternyata ada lingkaran berwarna coklat sebesar bola sepak dalam penglihatan mata kanan saya. Karena penasaran saya coba menutup mata kiri dan melihat dengan mata kanan saja. Saya masih melihat hal yang sama. Ada lingkaran penuh dengan warna coklat bening terlihat di dinding rumah.

Pemulihan Pasca Operasi Kantung Empedu

Postingan ini adalah lanjutan dari dua postingan sebelumnya ya. Yang pertama bisa dibaca di sini dan yang kedua di sini. Selamat membaca... 😊
    Alhamdulillah sehari setelah operasi kantung empedu, tepatnya tanggal 15-02-2018, saya sudah bisa melakukan mobilisasi. Saya bisa turun dari tempat tidur setelah kateter (selang untuk buang air kecil) dilepas. Sepertinya perawat memasang selang ini saat saya sudah dalam kondisi dianastesi.