Skip to main content

Di Balik Layar Buku Anak Seri Teka-teki

        Alhamdulillah lahir juga buku seri teka-teki. Ada 6 judul dalam seri ini. Teka-teki Umar Bin Khattab, Abu Dzar Al Ghifari, Bilal bin Rabah, Abdurrahman bin Auf, Saad bin Abi Waqqash dan Shalahudidin Al-Ayubi. Hanya saja hinga bula Februari ini baru 4 judul yang beredar di toko buku di seluruh Indonesia. Yaitu empat judul pertama yang saya sebutkan tadi.
     Naskah ini adalah naskah perdana saya diorder oleh penerbit, tepatnya Penerbit Tiga Ananda (Imprint Tiga Serangkai)  yang beralamat di Solo. Awalnya, Mbak Andar, Chief Editor Buku Anak Tiga Ananda mengirim pesan lewat BBM pada saya. Beliau  bertanya apakah saya punya waktu.

      Bagi sebagian penulis, jika sudah ditanya seperti itu oleh editor, pasti berpikir akan ada order. Demikian pula dengan saya. Saya langsung menjawab pesan beliau dengan mengatakan kalau saya free dan sangat punya banyak waktu. *mudah-mudahan Mbak Andar nggak nyadar kalau saya ngarep orderan :P*
      Setelah itu chat kami pun berlanjut. Mbak Andar mengajak untuk kerja sama membuat sebuah naskah. Naskah bertema sahabat dan para penerus dakwah Rasulullah SAW. Beliau minta saya membuat contoh naskah. Saya pun tentu saja sangat bersemangat mengirimkan contoh naskah yang beliau minta.
     Setelah membaca contoh naskah saya, Mbak Andar meneruskan contoh naskah itu ke Mas Hary. Dan Mas Hary yang selanjutnya berurusan dengan saya mengenai contoh naskah dan naskah-naskah berikutnya. Selanjutnya bisa ditebak. Mas Hary menyetujui contoh naskah saya, tapi ada sedikit perbaikan. Karena Tim Editor menginginkan buku ini ada aktivitas menarik untuk anak-anak, calom pembaca buku ini kelak.
     Saya setuju. Saya pun berusaha mencari referensi untuk membuat buku ini menjadi buku aktivitas yang menyenangkan bagi anak-anak. Setelah menemukan beberapa contoh aktivitas. Saya lalu membuat deskripsi ilustrasi sesuai dengan isi naskah saya. Alhamdulillah... Allah melancarkan semuanya. Saya berhasil menyelesaikan tugas ini dalam tempo yang sesingkat-singkatnya *halah*
     Setelah itu saya kirim naskah yang sudah jadi itu pada Mas Hary. Saya pun melanjutkan menulis naskah saya yang lain. Kira-kira dua minggu kemudian, saya mendapat email lagi dari Mas Hary. Beliau mengatakan nanskah yang saya kirim diedit oleh Mas Dhidit. Perasaan saya waktu itu agak deg-degan. Saya berharap Mas Dhidit benar-benar mengawal naskah ini sampai terbit.
      Jangan berpikir saya lebay ya. Secara saya pernah mengalami hal ini di awal saya menulis. Ketika editor novel anak yang saya tulis diganti, sangat berakibat tidak nyaman buat saya. Karena naskah novel anak yang saya tulis dengan sepenuh hati itu tidak ada beritanya hingga bertahun-tahun. Jadi wajar saja saya agak deg-degan. Karena saya menulis semua naskah ini dengan sepenuh hati, jiwa dan raga. *halah* Andai naskah ini nggak jadi terbit, betapa galaunya saya. Saya tidak mau rasa galau saya yang dulu kembali menghantui saya. *lebay maning*
        Tapi saya nggak mau bergalau ria. Saya serahkan saja pada Allah Sang Pemilik Alam Raya. Allah lebih tahu yang terbaik untuk saya. Benar saja, setelah saya berserah diri pada Allah, beberapa hari kemudian, Mas Dhidit mengirimi saya email. Beliau minta sedikit revisi di ending cerita.
      Oke... siip... saya pun merevisi satu spread ending untuk ke 6 cerita ini. Hari berikutnya, saya sudah mengirimkan kembali naskah yang sudah selesai saya revisi. Alhamdulillah, Mas Dhidit menerima revisi saya. Naskah ini pun langsung dikasih ilustrasi cantik sesuai dengan deskripsi yang saya buat. Nah untuk judulnya, Mas Dhidit menggantinya dengan tambahan kata Teka-teki.
       Alhamdulillah, November 2013 lalu 3 dari buku ini sudah terbit. Bilal bin Rabah menyusul bulan Februari 2014 ini. Mohon doa sahabat semua agar buku ini laris manis ya. Mohon doa juga agar buku ini bermanfaat bagi pembaca cilik dan dewasa. Buku ini cocok untuk ananda yang masih duduk di TK dan SD kelas awal. Semoga dengan membaca buku ini, ananda lebih mengenal sejarah dan sahabat Rasulullah SAW. Dengan demikian, mereka bisa menconoh akhlak mereka. Ohya, harganya  Rp25.000,- untuk satu buku. Selamat membaca ya... ^_^
     Melalui postingan ini, saya ucapkan terima kasih pada Mbak Andar, Mas Hary, Mas Dhidit dan Penerbit Tiga Ananda. Semoga kesehatan dan kesuksesan selalu menyertai kalian. Makasih juga untuk semua pembaca buku ini ya. Semoga berkah. Makasih untuk web dan buku yang saya jadikan referensi. Salah satunya dari buku  Karakteristik Perihidup Enam Puluh Sahabat Rasulullah. khalid Muh Walid. Penerbit Diponegoro Bandung.  
      Sebenarnya sudah lama saya ingin menulis buku yang berkisah tentang sahabat Rasulullah ini. Alhamdulillah Allah mengabulkannya lewat buku ini. Sekali lagi terima kasih banyak ya Mbak Andar. ^_^





     

Comments

Popular posts from this blog

Infeksi Saraf Mata Akibat Sres dan Kecapaian

Kira-kira tiga bulan lalu, saya merasa ada yang aneh dengan penglihatan saya. Saya melihat benda seperti melihat dibalik fatamorgana atau melihat dibalik air. Seolah benda yang saya lihat itu tidak diam. Walau terasa tidak nyaman, saya berusaha melakukan semua kegiatan saya seperti biasanya. Saya mengantar Hauzan sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah dan menulis.
       Hanya saja, semakin hari penglihatan saya makin terasa tidak nyaman. Tanpa sengaja suatu hari saya mengucek mata kiri sambil melihat ke dinding. Saat itu saya melihat dengn mata kanan saya. Ada sesuatu yang aneh ternyata pada mata kanan saya. Dinding rumah yang seharusnya berwarna krem, ternyata ada lingkaran berwarna coklat sebesar bola sepak dalam penglihatan mata kanan saya. Karena penasaran saya coba menutup mata kiri dan melihat dengan mata kanan saja. Saya masih melihat hal yang sama. Ada lingkaran penuh dengan warna coklat bening terlihat di dinding rumah.

Kejadian Aneh di Asrama

Masuk Asrama            Alhamdulillah bulan april 1993, aku diterima di sebuah Sekolah Perawat Kesehatan di kotaku. Peraturannya, setiap siswa Sekolah Perawat Kesehatan harus bermukim di asrama. Pada hari yang telah ditentukan akupun masuk asrama bersama temanku yang lain. Kamipun di tempatkan di kamar yang khusus untuk siswa tahun pertama.
            Sebelum masuk asrama, kami wajib membawa baju dan peralatan lainnya yang sudah ditentukan oleh sekolah. Seperti baju rumah 3 stel, baju tidur 3 stel, baju seragam 3stel dan seterusnya. Bagiku ini bukan masalah, karena aku memang hanya punya sedikit pakaian yang aku pakai silih berganti.
           Tidak demikian halnya dengan beberapa orang temanku. Ada yang mengeluh ketika guru asrama memeriksa barang bawaan kami. Ketika beliau menemukan kelebihan pakaian dari yangseharusnya, maka pakaian itu harus dibawa pulang kembali oleh orangtua atau wali murid yang mengantar kami saat itu.  
            Kehidupan asrama, mulai aku rasakan. Ada s…

Membuat Paspor Online yang Berakhir Offline

Ada pengalaman sedih saat saya mengurus Paspor beberapa hari lalu. Pasalnya saya sudah merasa persiapan saya sempurna. Saya sudah mendaftar dan mengisi beberapa data di formulir pembuatan Paspor online. Saya juga sudah mengirim scan surat-surat penting. Dan saya juga sudah mendapatkan konfirmasi kedatangan pembuatan paspor dari imigrasi pada tanggal 30 April 2014. Yang meminta saya membawa berkas tersebut ke bank dan membayarkan sejumlah uang sesuai yang tertera di berkas yang dikirimkan ke email saya.