Skip to main content

Berzikir di Sepanjang Jalan Raya Kota Padang Panjang, Sumbar

        Tanggal 10 November lalu, saya jalan-jalan ke kampung halaman saya di Bukittinggi. Seperti biasanya, perjalanan dari Padang menuju kota Bukittinggi harus melewati jalan raya Padang-Bukittinggi yang artinya juga melewati 'beberapa kota dan kabupaten'.

       Ketika melewati jalan raya di sekitar Sicincin, Kayu Tanam hingga Lambah Anai, semuanya masih terlihat sama seperti saya pulang lebaran tahun lalu. Jalanan yang tidak begitu ramai. Rumah-rumah penduduk yang juga masih jauh antara rumah yang satu dengan yang lain di beberapa sisi jalan. Pepohonan dan sawah yang terbentang luas di sepanjang sisi kiri dan kanan jalan. Yang jelas perjalanan yang membuat saya selalu terpesona dan ingin selalu menikmatinya.


     Tapi begitu memasuki kota Padang Panjang, mata saya dibuat takjub lagi oleh sebuah pemandangan baru. Awalnya secara tak sengaja, mata saya menangkap sebuah neon box berukuran kurang lebih setengah kali satu meter, dengan lafaz asmaul husna (Arrahman) di sisi kanan jalan, ketika memasuki perbatasan kota Padang Panjang dengan Kabupaten Tanah Datar.


     Ternyata kurang lebih 30-50 meter berikutnya, ada lagi neon box yang berukuran sama dengan lafaz asmaul husna yang berbeda (Arrahiim). Tentu saja saya jadi penasaran. Saya lalu meningkatkan konsentrasi saya untuk melihat kelanjutannya.
     Benar saja, 30-50 meter kemudian, kelanjutan dari asmaul husna itu ternyata ada lagi. Saya langusng berpikir, keren banget walikota Padang Panjang ini. Beliau membuat papan neon ini pasti dengan maksud agar semua pengguna jalan selalu mengingat Allah dalam perjalanan mereka.
     Saya terus memperhatikan sisi kanan jalan itu hingga secara tak sengaja, saya membaca setiap lafaz asmaul husna yang tertulis di neon box. Awalnya saya pikir, mungkin  neon box ini kan berhenti sampai sepuluh lafaz asmaul husna. Sebelum saya melewati yang terakhir, saya minta suami saya menghentikan laju kendaraan kami untuk mengambil foto neon box itu. Suami pun turun dari mobil dan memotret beberapa neon box. Setelah itu kami pun melanjutkan perjalanan ke Bukittinggi.


      Ternyata perkiraan saya salah, baru beberapa meter kami berjalan, neon box lain yang bertulis asmaul husna lainnya ternyata masih ada. Pemda Padang Panjang ternyata membuat neon box ini hingga perbatasan kota Padang Panjang dan Kabupaten Agam (sebelum memasuki Bukittinggi).
      Total 99 asmaul husna itu bisa kita baca saat melintasi jalan utama kota Padang Panjang dari Padang menuju Bukittinggi.
       Malam harinya, ketika saya kembali ke Padang, karena mertua saya tingga di Padang, saya melihat neon box Asmaul Husna itu dinyalakan. Ternyata Pemda Padang Panjang membuatnya di dua sisi. Kalau kita berjalan dari Bukittinggi, maka asmaul husna yang kita lihat mulai lagi dari lafaz asmaul husna yang pertama (Arrahman dan seterusnya hingga 98 lainnya)
      Salut untuk Pemda Padang Panjang. Semoga semua pengguna jalan membaca lafaz asmaul husna ini, untuk berzikir pada Allah saat berada di jalan itu, maupun saat di manapun mereka berada.

Comments

Popular posts from this blog

Infeksi Saraf Mata Akibat Sres dan Kecapaian

Kira-kira tiga bulan lalu, saya merasa ada yang aneh dengan penglihatan saya. Saya melihat benda seperti melihat dibalik fatamorgana atau melihat dibalik air. Seolah benda yang saya lihat itu tidak diam. Walau terasa tidak nyaman, saya berusaha melakukan semua kegiatan saya seperti biasanya. Saya mengantar Hauzan sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah dan menulis.
       Hanya saja, semakin hari penglihatan saya makin terasa tidak nyaman. Tanpa sengaja suatu hari saya mengucek mata kiri sambil melihat ke dinding. Saat itu saya melihat dengn mata kanan saya. Ada sesuatu yang aneh ternyata pada mata kanan saya. Dinding rumah yang seharusnya berwarna krem, ternyata ada lingkaran berwarna coklat sebesar bola sepak dalam penglihatan mata kanan saya. Karena penasaran saya coba menutup mata kiri dan melihat dengan mata kanan saja. Saya masih melihat hal yang sama. Ada lingkaran penuh dengan warna coklat bening terlihat di dinding rumah.

Kejadian Aneh di Asrama

Masuk Asrama            Alhamdulillah bulan april 1993, aku diterima di sebuah Sekolah Perawat Kesehatan di kotaku. Peraturannya, setiap siswa Sekolah Perawat Kesehatan harus bermukim di asrama. Pada hari yang telah ditentukan akupun masuk asrama bersama temanku yang lain. Kamipun di tempatkan di kamar yang khusus untuk siswa tahun pertama.
            Sebelum masuk asrama, kami wajib membawa baju dan peralatan lainnya yang sudah ditentukan oleh sekolah. Seperti baju rumah 3 stel, baju tidur 3 stel, baju seragam 3stel dan seterusnya. Bagiku ini bukan masalah, karena aku memang hanya punya sedikit pakaian yang aku pakai silih berganti.
           Tidak demikian halnya dengan beberapa orang temanku. Ada yang mengeluh ketika guru asrama memeriksa barang bawaan kami. Ketika beliau menemukan kelebihan pakaian dari yangseharusnya, maka pakaian itu harus dibawa pulang kembali oleh orangtua atau wali murid yang mengantar kami saat itu.  
            Kehidupan asrama, mulai aku rasakan. Ada s…

Membuat Paspor Online yang Berakhir Offline

Ada pengalaman sedih saat saya mengurus Paspor beberapa hari lalu. Pasalnya saya sudah merasa persiapan saya sempurna. Saya sudah mendaftar dan mengisi beberapa data di formulir pembuatan Paspor online. Saya juga sudah mengirim scan surat-surat penting. Dan saya juga sudah mendapatkan konfirmasi kedatangan pembuatan paspor dari imigrasi pada tanggal 30 April 2014. Yang meminta saya membawa berkas tersebut ke bank dan membayarkan sejumlah uang sesuai yang tertera di berkas yang dikirimkan ke email saya.