Skip to main content

Bermain Piramida Membuat Tubuh Sehat dan Tetap Kompak

          Puasa-puasa begini ternyata tak menyurutkan niat anak-anak ini untuk bermain. Saya melihat mereka bermain di depan rumah saya. Tentu saja anak saya Hikmal ikut bermain bersama mereka. Ketika saya tanya mereka sedang main apa, begini jawaban mereka. “Ini main Piramid Bu.” Saya ingat, dulu saya pernah juga main seperti ini. Tapi alat yang kami gunakan adalah batu yang ditumpuk menjadi piramid. Cara bermainnya sama persis dengan yang mereka mainkan sekarang. Tadi saya melihat mereka membuat semacam piramid dari sebelah sendal masing-masing pemain. Jumlah pemain biasanya sekitar 3-6 orang.


1375242578170154544
Melempar sebelah sendal untuk mencari penjaga piramid

           Setelah piramid sendal terbentuk, mereka mulai mencari siapa yang harus jaga di dekat piramid dengan cara melemparkan salah sendal yang lain ke sisi lain piramid. Lalu dengan batas selemparan sendal itu mereka melempar piramid yang sudah mereka buat. Selanjutnya yang berhasil membuat piramid berantakan dia berhasil lolos ke babak berikutnya.
Mereka mengulangi hal itu sampai tersisa satu orang untuk menjaga piramid. Penjaga piramid itu nanti harus membangun kembali piramidnya dan menutup matanya saat semua pemain bersembunyi. Selanjutnya setelah semua pemain bersembunyi, sang penjaga piramid harus menemukan teman-temannya yang bersembunyi tadi.
13752432851777274972
Penjaga Piramid menutup matanya agar tidak mengetahui tempat persembunyian temannya.

         Jika berhasil menemukan satu orang, maka sang penjaga piramid harus menyebutkan nama orang yang ditemukannya sambil melangkahi piramid tadi. Penjaga piramid harus mencari semua temannya. Pemain yang berhasil keluar dari persembunyiannya tanpa sepengetahuan penjaga berhak merubuhkan piramid untuk menyelamatkan teman-temannya yang sudah berhasil ditemukan tadi.
Di sinilah letak keberanian berkompetisi lari diadu. Ada anak yang tidak mau mencari temannya terlalu jauh dari piramid tempat dia berjaga. Biasanya karena mereka takut kalah cepat lari untuk menyelamatkan piramidnya. Teman-temannya yang tidak menerima cara permainan yang seperti itu biasanya akan mengolok sang penjaga piramid dengan sebutan penjaga ndog . Jika sudah begitu rasa percaya diri pasti akan terusik. Anak yang diolok seperti itu, biasanya akan malu dan akan mencari teman-temannya sejauh yang dia bisa.
        Jika semua pemain sudah berhasil ditemukan, maka pemilihan penjaga piramid berikutnya ditentukan dengan cara mengundi nomor barisan. Semua pemain akan berbaris di belakang penjaga piramid. Lalu penjaga piramid menyebutkan sebuah angka. Bagi pemain yang berdiri di urutan angka yang disebutkan, akan menjadi penjaga piramid selanjutnya.

13752435451615884275
Mencari Penjaga Piramid Baru dengan menyebutkan angka (Foto: Nelfi)

      Permainan piramid ini di samping memberikan hiburan, juga mengajarkan pada anak untuk berani berkompetisi. Berpikir kreatif dalam memilih tempat persembunyian dan kompak dalam menjaga amanah. Karena mereka tidak akan memberitahukan tempat persembunyian teman-temannya pada penjaga piramid.  Serta berani menang dan berani kalah. Dan yang takkalah penting, anak akan sehat karena permainan ini identik dengan berlari, menghindari penjaga piramid untuk menghancurkan piramid. Saat itu anak-anak akan berkeringat dan bergembira.
         Semoga permainan tradisional ini akan selalu dimainkan oleh anak-anak Indonesia di mana pun mereka berada. SSaya berharap, sebagai orangtua kita selayaknya memperkenalkan pada anak-anak permainan trasdisional agar anak-anak kita tidak melulu bermain dengan gadget atau games kekinian yang lebih banyak membuat anak pasif duduk di depan gadget mereka seharian. Terima kasih untuk Kemenparekraf dan Indonesia Travel yang sudah mengadakan lomba menulis bertema permainan tradisional ini. [NS]

Comments

Popular posts from this blog

Infeksi Saraf Mata Akibat Sres dan Kecapaian

Kira-kira tiga bulan lalu, saya merasa ada yang aneh dengan penglihatan saya. Saya melihat benda seperti melihat dibalik fatamorgana atau melihat dibalik air. Seolah benda yang saya lihat itu tidak diam. Walau terasa tidak nyaman, saya berusaha melakukan semua kegiatan saya seperti biasanya. Saya mengantar Hauzan sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah dan menulis.
       Hanya saja, semakin hari penglihatan saya makin terasa tidak nyaman. Tanpa sengaja suatu hari saya mengucek mata kiri sambil melihat ke dinding. Saat itu saya melihat dengn mata kanan saya. Ada sesuatu yang aneh ternyata pada mata kanan saya. Dinding rumah yang seharusnya berwarna krem, ternyata ada lingkaran berwarna coklat sebesar bola sepak dalam penglihatan mata kanan saya. Karena penasaran saya coba menutup mata kiri dan melihat dengan mata kanan saja. Saya masih melihat hal yang sama. Ada lingkaran penuh dengan warna coklat bening terlihat di dinding rumah.

Kejadian Aneh di Asrama

Masuk Asrama            Alhamdulillah bulan april 1993, aku diterima di sebuah Sekolah Perawat Kesehatan di kotaku. Peraturannya, setiap siswa Sekolah Perawat Kesehatan harus bermukim di asrama. Pada hari yang telah ditentukan akupun masuk asrama bersama temanku yang lain. Kamipun di tempatkan di kamar yang khusus untuk siswa tahun pertama.
            Sebelum masuk asrama, kami wajib membawa baju dan peralatan lainnya yang sudah ditentukan oleh sekolah. Seperti baju rumah 3 stel, baju tidur 3 stel, baju seragam 3stel dan seterusnya. Bagiku ini bukan masalah, karena aku memang hanya punya sedikit pakaian yang aku pakai silih berganti.
           Tidak demikian halnya dengan beberapa orang temanku. Ada yang mengeluh ketika guru asrama memeriksa barang bawaan kami. Ketika beliau menemukan kelebihan pakaian dari yangseharusnya, maka pakaian itu harus dibawa pulang kembali oleh orangtua atau wali murid yang mengantar kami saat itu.  
            Kehidupan asrama, mulai aku rasakan. Ada s…

Membuat Paspor Online yang Berakhir Offline

Ada pengalaman sedih saat saya mengurus Paspor beberapa hari lalu. Pasalnya saya sudah merasa persiapan saya sempurna. Saya sudah mendaftar dan mengisi beberapa data di formulir pembuatan Paspor online. Saya juga sudah mengirim scan surat-surat penting. Dan saya juga sudah mendapatkan konfirmasi kedatangan pembuatan paspor dari imigrasi pada tanggal 30 April 2014. Yang meminta saya membawa berkas tersebut ke bank dan membayarkan sejumlah uang sesuai yang tertera di berkas yang dikirimkan ke email saya.