Skip to main content

Pemulihan Pasca Operasi Kantung Empedu


   Postingan ini adalah lanjutan dari dua postingan sebelumnya ya. Yang pertama bisa dibaca di sini dan yang kedua di sini. Selamat membaca... 😊
    Alhamdulillah sehari setelah operasi kantung empedu, tepatnya tanggal 15-02-2018, saya sudah bisa melakukan mobilisasi. Saya bisa turun dari tempat tidur setelah kateter (selang untuk buang air kecil) dilepas. Sepertinya perawat memasang selang ini saat saya sudah dalam kondisi dianastesi. 

     Walau rasanya masih sedikit pusing, saya mencoba berjalan ke kamar mandi guna membasuh wajah, sikat gigi dan buang air kecil. Selang infus masih terpasang di lengan saya. Masih ada antibiotik (jenis yang berbeda dari antibiotik yang kemarin) yang mengalir lewat selang infus tersebut.
     Masalah kembali muncul ketika antibiotik masuk ke tubuh saya. Muka dan leher saya kembali bentol. Padahal seingat saya semalam antibiotik yang sama juga diberikan kepada saya dan Alhamdulillah masuk dengan lancar. Tapi tak tahu kenapa, hari ini muka saya bentol lagi. Padahal suhu kamar sudah saya seting 26 derajat. Rasanya tidak mungkin penyebabnya dari udara dingin. Tapi saya juga tidak tahu, karena di luar hujan turun dengan sangat deras. Jadi saya melapor lagi ke perawat kalau alergi saya kumat. Bukan saja bentol kali ini, tapi saya batuk-batuk dan napas saya agak sesak. Seperti banyak sekali lendir di tenggorokan saya.
     Bersyukur tak lama kemudian dokter datang, jadi beliau melihat keadaan saya. Beliau menghentikan pemberian antibiotik yang sudah masuk lebih dari setengah botol. Lalu perawat menyuntikkan anti alergi untuk saya. Alhamdulillah tak lama kemudian, rasa sesak dan batuk sudah berkurang. Saya memperbanyak minum air putih untuk membantu mengurangi lendir di tenggorokan saya. 
Menurut dokter harusnya saya sudah bisa pulang hari ini. Tapi karena alergi yang saya alami, beliau menyarankan saya pulang besok saja. Tak mengapa, toh ini untuk pemulihan saya kan?
     Ohya, makanan yang diberikan sesaat setelah buang angin adalah bubur halus (bubur sumsum). Lalu bertahap ke makanan lunak (bubur ayam). Makan malam tanggal 15-2-2018 saya saya baru dikasih nasi biasa. Alhamdulillah...
      Pada tanggal 16-2-2018, saya sudah diizinkan pulang. Perban luka bekas operasi baru bisa dibuka setelah seminggu pasca operasi. Dokter memasang perban yang terbuat dari plastik sehingga saya tidak khawatir ketika mandi. Ohya, operasi laparascopy kantung empedu ini sayatannya sangat kecil. Ada 3 sayatan, ukurannya sekitar 2-3 cm di dekat ulu hati, 1 cm di pusar dan 1 cm di perut sebelah kanan tak jauh dari pusar.
     Menurut dokter untuk sementara saya harus mengurangi makanan yang mengandung banyak lemak. Dan memperbanyak makan buah dan sayur. Aktivitas boleh yang ringan-ringan saja. Harus mobilisasi (jalan dan beraktivitas, tidak tiduran saja) agar proses pemulihan bisa cepat.
    Saya menjalankan semua saran dokter. Di rumah saya melakukan aktivitas ringan. Saya bisa shalat, memasak (masak yang gampang dan cepat. itu juga lebih banyak duduk ketimbang berdiri), menyapu rumah (ini juga nyapu ala kadarnya) Mencuci piring (paling dua /tiga piring aja) dan lainnya. 😅
      Dua hari di rumah dan melakukan aktivitas ringan itu, ada beberapa hal yang masih saya rasakan. Seperti mual, begah, kembung, linglung dan sesekali agak sempoyongan. Menurut dokter, ini perlahan akan hilang. 
     Namun setelah 3 hari di rumah, saya rasa saya sudah lebih baik, maka saya coba menyikat kamar mandi. Dan hasilnya setelah itu badan saya seperti kedinginan. Rasanya dingin sekali, tapi suhu tubuh saya normal. Saya khawatir saya akan mengalami demam. Tapi bersyukur rasa dingin itu hilang setelah satu jam. Keesokan harinya rasa dingin di badan saya kembali lagi. Padahal saya hanya menyapu rumah saja. 
     Karena khawatir, akhirnya saya kontrol ke dokter sehari sebelum jadwal yang sudah dikasih oleh perawat ketika saya pulang dari RS beberapa hari lalu. 
     Setelah diperiksa dokter, nggak ada masalah dengan bekas operasi saya. Mungkin saya agak kecapaian. Beliau meminta saya untuk tidak terlalu khawatir. Nah masalahnya saya ini orangnya khawatiran banget. Saya sudah berusaha untuk mengubah pikiran saya kalau saya baik-baik saja. Namun khawatir itu kadang masih sering muncul. 
     Sepertinya semua masalah ada di pemikiran saya. Saya harus benar-benar menghipnotis diri sendiri dan mengatakan kalau saya baik-baik saja. Akan saya ulangi mantra ini setiap kali agar saya tak perlu khawatir lagi.
      Perlahan saya sudah bisa beraktivitas seperti sebelum saya dioperasi. Memasak, merapikan rumah dan lainnya. Saya juga sudah mulai mengajar ekskul menulis lagi setelah absen 2 kali pertemuan. Mengikuti halaqoh/tarbiyyah di dekat rumah. Menulis (sejak selesai operasi juga sudah bisa. Saya menulis postingan pertama blog ini di notes HP) 
      Alhamdulillah saya juga sudah mulai mengajar di TPA lagi. Mengajar di TPA sebenarnya saya bisa lakukan dua minggu pasca operasi. Hanya saja saya belum berani mengendarai motor ke TPA. Karena jarak dari rumah ke masjid cukup jauh. Saya masih merasakan dizziness setiap hari, tapi menurut dokter itu mungkin karena masalah lambung saya. Untuk masalah operasi kantung empedu insyaallah sudah tidak ada lagi. Dokter sudah mengizinkan saya makan makanan yang biasa saya makan. 
     Menyangkut makanan ini, sesekali saya diare dan mual kalau saya makan makanan berlemak tinggi seperti brownies. Tapi kemarin saya coba makan sepotong bakwan, alhamdulillah nggak masalah. Saya makan kebab juga nggak apa-apa. Selama proses pemulihan saya makan ikan (salmon, tuna, tongkol) ayam, daging ditumis, sayuran dan buahan, nasi, roti dan biskuit.
     Hanya memang dizziness (rasanya seperti naik kapal laut) masih saya rasakan. Dokter memberikan obat lambung juga untuk saya. Jadi saya konsumsi kalau saya rasa saya tidak tahan dengan dizziness ini. Kalau saya masih bisa menahannya, saya nggak minum obat lambung itu. Ohya, saya rasanya jadi wajib tidur siang pasca operasi ini. Karena kalau saya tidak tidur siang, rasanya saya capek sekali. Semoga ini hanya untuk pemulihan saja. Karena sebelumnya saya tidak pernah tidur siang kecuali saya lagi kurang sehat. 😅
       Sebenarnya saya berpikir saya harus melakukan olahraga seperti yang biasa saya lakukan dulu, yaitu jalan pagi keliling komplek. Biar saya nggak gampang capek. Tapi saya belum berani jalan sendiri jauh-jauh. Jadi saya baru jalan pagi setelah anak-anak berangkat sekolah di depan rumah saja bolak balik beberapa kali. Doakan saya segera pulih ya sahabat. Insyaallah pekan depan saya ingin ngantar Hauzan lagi sekolah. Sudah 3 pekan ini dia diantar ojek. Dia nanya, "kapan ibu mau nganter aku sekolah?"
     Semoga postingan saya ini bermanfaat. Terima kasih sudah membaca. 😊

Comments

Popular posts from this blog

Pengaruh Membaca dan Mendengarkan Al Quran Terhadap Kecerdasan & Perkembangan Janin, Bayi dan Balita

Ketika hamil Hauzan (6 tahun) putera ke tiga saya, saya cukup lemah dan sering sakit. Saya lebih banyak bedrest. Pertama karena saya hampir tiap hari morning sicknes. Kedua karena sakit maag saya kumat sejak minggu ke 16 kehamilan hingga melahirkan, sehingga makanan sangat susah masuk. Akibatnya saya lemas dan kurang gizi.



      Karena hal tersebut, saya pun jadi lebih banyak khawatir. Khawatir apakah nanti janin saya baik-baik saja. Bagaimana nanti jika dia kurang gizi? Apakah janin saya akan sehat-sehat saja? Dan puluhan pertanyaan penuh kekhawatiran lainnya yang bertebaran dalam pikiran saya. Apalagi saat hamil anak ke tiga ini, usia saya sudah 35 tahun. Menurut dokter usia yang cukup riskan untuk hamil. Ditambah jarak kehamilan kedua dan ketiga ini cukup jauh. Sekitar 7 tahun.

Infeksi Saraf Mata Akibat Sres dan Kecapaian

Kira-kira tiga bulan lalu, saya merasa ada yang aneh dengan penglihatan saya. Saya melihat benda seperti melihat dibalik fatamorgana atau melihat dibalik air. Seolah benda yang saya lihat itu tidak diam. Walau terasa tidak nyaman, saya berusaha melakukan semua kegiatan saya seperti biasanya. Saya mengantar Hauzan sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah dan menulis.
       Hanya saja, semakin hari penglihatan saya makin terasa tidak nyaman. Tanpa sengaja suatu hari saya mengucek mata kiri sambil melihat ke dinding. Saat itu saya melihat dengn mata kanan saya. Ada sesuatu yang aneh ternyata pada mata kanan saya. Dinding rumah yang seharusnya berwarna krem, ternyata ada lingkaran berwarna coklat sebesar bola sepak dalam penglihatan mata kanan saya. Karena penasaran saya coba menutup mata kiri dan melihat dengan mata kanan saja. Saya masih melihat hal yang sama. Ada lingkaran penuh dengan warna coklat bening terlihat di dinding rumah.